Dalam upaya memperkuat kompetensi pustakawan dan pengelola literasi informasi dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berkolaborasi menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Literasi Informasi 2026 pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Trainer Literasi Informasi di Era AI dan Transformasi Digital.”
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang perpustakaan, literasi informasi, dan transformasi digital, yaitu Heriyanto, S.Sos., M.IM., Ph.D., Ketua Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro (UNDIP), serta Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc., Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Digital UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Pada sesi pertama, Hardika Dwi Hermawan membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) sebagai mitra dalam riset akademik. Menurutnya, fokus utama saat ini bukan lagi pada boleh atau tidaknya menggunakan AI, melainkan bagaimana memanfaatkannya secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran, penelitian, maupun publikasi ilmiah. Pemanfaatan AI yang tepat dapat membantu meningkatkan efektivitas dan produktivitas akademik tanpa mengabaikan prinsip integritas ilmiah.
Pada sesi berikutnya, Heriyanto menyampaikan materi tentang penataan ulang literasi informasi di era AI. Ia menekankan pentingnya pengembangan materi literasi informasi yang relevan dengan kebutuhan akademik saat ini. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin dinamis, mahasiswa cenderung menjadikan AI sebagai pintu masuk utama dalam pencarian informasi karena kemampuannya merangkum, menjelaskan, membandingkan, hingga menyajikan informasi secara cepat.
Lebih lanjut, Heriyanto menjelaskan bahwa peran pustakawan saat ini tidak lagi terbatas sebagai information guide, tetapi juga berkembang menjadi learning partner, AI guide, research consultant, critical thinking facilitator, dan digital ethics educator. Peran-peran tersebut menjadi penting untuk memastikan pemanfaatan AI dilakukan secara kritis, etis, dan bertanggung jawab sehingga mampu mendukung proses pembelajaran dan penelitian yang berkualitas.
Program ToT Literasi Informasi 2026 ini menjadi wadah penguatan kompetensi bagi para trainer literasi informasi agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam kegiatan akademik dan layanan perpustakaan. Kolaborasi antara Perpustakaan UMY, UAD, dan UNISA Yogyakarta menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perpustakaan dan informasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi trainer literasi informasi yang kompeten, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mengembangkan program literasi informasi yang mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di era AI dan transformasi digital.






