Rabu, 23 April 2026, bertempat di Lantai 2 Gedung Siti Moendjijah UNISA Yogyakarta, The ‘Aisyiyah Center bekerja sama dengan UPT Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan launching dan bedah buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan karya Dr. Askuri, M.Si. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Siti ‘Aisyah, M.Ag. (Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI) sebagai pembedah pertama, Prof. Rofah, M.A., Ph.D. (Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) sebagai pembedah kedua, serta Irkhamiyati, S.I.P., M.I.P. sebagai moderator. Acara ini merupakan bagian dari upaya penguatan literasi, khususnya dalam memahami pemikiran dan peran perempuan dalam perspektif kemajuan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan Rektor UNISA Yogyakarta ibu Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., yang menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah proses pembelajaran ilmu yang tidak hanya bersifat teori tetapi juga bukti nyata dari hasil menuntut ilmu. Kemudian sambutan kedua dari Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang disampaikan oleh ibu Evi Sofia Inayati, S.Psi., menyampaikan rasa Bahagia dan syukur atas diterbitkan buku ini, dan juga menyampaikan buku ini adalah hasil dari manifesto jati diri Perempuan khususnya ‘Aisyiyah, karena sejak kehadiran ‘Aisyiyah telah menunjukan kepahaman tentang Islam yang selalu berkembang secara kontekstual.

Acara inti dipandu oleh moderator yang membuka dan menyapa seluruh peserta. Selanjutnya, penulis, Dr. Askuri, M.Si., memaparkan isi buku serta menjelaskan pentingnya syarah sebagai jembatan antara risalah dan realitas di masyarakat. Ia menegaskan bahwa buku ini tidak hanya menjelaskan istilah, tetapi juga menghadirkan berbagai kasus dan contoh nyata agar konsep perempuan berkemajuan tidak berhenti sebagai jargon, melainkan dapat dipahami dan diterapkan dalam praktik. Sesi bedah buku diawali oleh Dr. Siti ‘Aisyah, M.Ag., yang mengapresiasi kedalaman syarah yang disusun penulis. Namun, ia menyoroti perlunya penguatan pada aspek tafsir ayat serta kajian historis perempuan dalam Al-Qur’an dan masa Rasulullah, termasuk peran shahabiyah dalam mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kondisi perempuan yang saat itu masih termarginalkan.

Pembedah kedua, Prof. Rofah, M.A., Ph.D., menilai buku ini berhasil menjembatani nilai dan praktik sosial serta relevan bagi berbagai kalangan. Menurutnya, risalah dalam buku ini tidak sekadar dokumen, tetapi panduan praktis yang aplikatif. Ia juga menekankan bahwa syarah memiliki peran penting dalam menghidupkan risalah agar tidak hanya menjadi arsip, serta membuka peluang lahirnya kajian lanjutan. Buku ini dinilai memiliki dua dimensi utama, yaitu penguatan landasan ideologis dan pengembangan praksis, dengan pendekatan epistemologi, gerakan, konteks, dan manhaj.

Pada sesi diskusi, peserta mengajukan berbagai pertanyaan kritis, di antaranya terkait isu konflik kekerasan, kesetaraan hukum perempuan, representasi perempuan dalam politik, serta peran ‘Aisyiyah yang belum banyak dibahas dalam buku. Selain itu, peserta juga menyoroti bagaimana nilai-nilai ideologis dapat diimplementasikan menjadi tindakan nyata, termasuk penjabaran tujuh tata nilai menjadi iman dan takwa dalam kehidupan jamaah. Melalui sinergi antara The ‘Aisyiyah Center dan UPT Perpustakaan UNISA Yogyakarta, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta memperkuat kontribusi perempuan berkemajuan dalam pembangunan agama dan bangsa.